Home » » Peluang Bisnis Garam Dapur Kemasan

Peluang Bisnis Garam Dapur Kemasan

Posted by BISNIS SAMPINGAN MODAL KECIL on Wednesday, March 29, 2017

Garam dapur  adalah kebutuhan pokok manusia sebagai perasa asin segala jenis makanan. Kebutuhan garam dapur sangatlah tinggi mengingat garam sebagai perasa setiap waktu dibutuhkan baik kalangan rumah tangga, usaha rumah makanan sampai ke industri makanan. Selain sebagai perasa garam juga bermanfaat sebagai pengawet makanan. Walaupun garam dibutuhkan tidak banyak dalam setiap kali masakan, namun kalau kita jumlahkan dengan manusia yang ada tentu kebutuhan garam per hari sangatlah banyak. Iya kan?
Peluang Bisnis Garam Dapur Kemasan

Kebutuhan garam dapur rumah tangga biasanya dipasok oleh perusahaan pengepul atau pengemas garam dapur. Sedangkan perusahaan mendapatkan garam dari petani garam. Petani garam membuat tambak garam dipingggir laut dengan metode tradisional, hanya dengan penyinaran matahari. Sinar matahari dibutuhkan untuk proses pengkristalan air laut yang ada ditambak garam, proses pengkristalan  kemudian kristal kristal itulah yang disebut garam.

Garam yang sudah jadi tersebut dijual ke pengepul garam atau perusahaan pengemas garamm dapur yang produknya kita nikmati setiap hari. Baik dalam kemasan plastik maupun botol. Harga yang sudah dikemas pun berbeda dengan harga di petani. Harga di petani seiktar 120-150 per kilo sedangkan kalau sudah dikemas dan disortir biasanya 700-800 per kilo. Selisih sangat jauh bukan?
Selisih yang cukup lumayan tersebut membuat peluang usaha bisnis garam dapur kemasan yang menguntungkan, namun belum banyak yang mengetahuinya. Mungkin didaerah anda masing merk garam kemasan cuma satu dua, sedangkan kebutuhan garam sangat banyak, tentu masih ada celah lebar untuk memasuki bisnis garam dapur kemasan ini.

Salah satu perusahaan yang tertarik pada bisnis garam adalah PT Kimia Farma (Persero) Tbk, berencana
masuk ke bisnis garam industri pada 2019 setelah debut proyek dua pabrik garam farmasi rampung dan berproduksi.

Rencana itu dikemukakan oleh Direktur Utama KAEF Rusdi Rosman seusai menandatangani kesepakatan pembentukan perusahaan patungan dengan PTSungwun Pharmacopia Indonesia -- perusahaan penanaman modal asing asal Korea Selatan -- untuk mendirikan pabrik bahan baku obat, di Bogor, Jumat (18/12/2015). Marketbisnis.com

Beberapa lokasi juga sedang dipikirkan untuk dipilih, seperti Jeneponto, Sulawesi Selatan; Cirebon, Jawa Barat; dan Nusa Tenggara Timur. Madura tidak masuk ke dalam opsi karena pulau itu sudah masuk ke dalam rantai pasok garam farmasi melalui PT Garam (Persero).  Daerah paling bagus kalau garam industri itu NTT karena panasnya terik.

Alasan terjun di garam inustri salah satunya adalah pemasaran petani yang masih tersendat ditengah jalan, apalagi kalau musim kemarauketika jumlah garam lebih banyak diproduksi daripada yang dikonsumsi, tentu menjadi sebuah alasan untuk menggeluti bisnis ini.

Pertambakan yang melakukan tersendat diantaranta adalah Usaha pertambakan garam rakyat yang dilakukan kelompok petani Desa Pleno di wilayah pantai Watoose di Pulau Adonara bagian timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, masih terganjal masalah pemasaran sejak dirintis pada Agustus 2013.

Usaha pertambakan garam rakyat yang sempat dikunjungi Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat mengisi liburan Lebaran itu, dapat dikembangkan sampai 10 hektare dari posisi usaha saat ini hanya seluas 0,5 hektare. Potensinya cukup menjanjikan, namun karena tidak ada pemasaran yang jelas mengakibatkan usaha garam rakyat itu terkesan hanya berjalan di tempat.

Padahal jika didistribusi dengan baik ke daerah lain, garam akan laris manis apalagi jika garam sudah dikemas dan beryodium, tentu akan lebih mudah dipasarkan karena bisa langsung dijual ke masyarakat. Garam beryodium adalah garam konsumsi yang mengandung komponen- komponen utama Natrium Clorida (NaCI) minimal 94,7%, air laut maksimal 5% dan Kalium lodat (K103) sebanyak 30-80 ppm (mg/kg) serta senyawa-senyawa lainnya.

Kenapa harus beryodium?

Karena garam konsumsi harus mengacu pada Keppres No. 69/1994, yang menyatakan bahwa Garam konsumsi didasarkan pada dasar hukum Keputusan Presiden Republik Indonesia No 69/1994 Tanggal 13-10-1994 tentang pengadaan garam beryodium serta SK Memperindag No. 77/M/SK/5/1995 tanggal 04-05-1995 tentang persyaratan tehnis pengolahan, pengawasan dan pelabelan garam beryodium memberikan petunjuk tehnis untuk pengadaan garam beryodium yang memenuhi syarat.

Bagaimaca cara membuat garam beryodium? Begini cara proses pembuatan garam beriodium home industri yang saya kutip dari hom industri tegal.

1. Mencuci garam krosok (garam yang di beli dari petani garam yang masih berbetuk kasar)
Pencucian ini dilakukan dengan membuat bak-bak penampung yang terbuat dari tembok semen yang berisi larutan pencuci BRINE. Garam di pindah dari bak pertama sampai bak ke enam sehingga bersih.

2. Setelah di cuci, garam di tiriskan / diangin-anginkan di keringkan dengan cara di oven atau di sangrai sehingga kadar airnya menjadi 5 %.

3. Garam krosok yang sudah kering kemudian di giling dan di kasih zat iodisasi (yodium) dengan formula :
a. Garam : 25 Ton : 20 Ton
b. KIO3 : 1 Kg : 1 Kg
c. Air Pelarut : 25 liter : 20 Liter agar menghasilkan garam beryodium dengan kualitas 40 – 50 PPM
4. Untuk garam dapur, maka garam yang sudah di iodisasi langsung di timbang sesuai isi dalam kemasan yang tertera di label bungkusan garam. Apabila ingin di buat garam briket / kotak maka dibuat cetakan dan garam di press sehingga bisa berbentuk kotak setelah itu garam dapur / garam kotak di bungkus dalam plastik kemasan dan di laminasi sehingga tidak terjadi kebocoran di dalam kemasan.

5. Garam siap di pasarkan

Berapa keuntungannnya? berikut adalah analisa usaha garam kemasan.

Biaya Operasional
  • Biaya mencuci garam     : Rp. 20/kg
  • Biaya Sangrai dan giling : Rp. 20/Kg
  • Biaya Oven dengan batok kelapa : Rp. 200/Kg
  • Biaya Packing untuk garam dapur : Rp. 350/bal atau Rp. 175/kg. 1 bal berisi : 20 bungkus (berat 2 kilo)
  • Biaya Packing untuk garam kotak/briket : Rp. 200 kemasan 1,5 Kilo dan Rp. 150 kemasan 1 kilo
  • Biaya Beli Bungkus Plastik 1 Roll : Rp. 700.000 isi 2.500 bungkus plastik atau sekitar Rp. 100/bungkus
Jumlah biaya garam dapur beryodium : 20+20+200+175+100 = Rp. 515

Total biaya pembuatan garam di musim kemarau :

– Harga garam krosok : 600 + Total biaya pembuatan garam dapur : 515 = Rp. 1.115

Total biaya pembuatan garam di musim menengah :
– Harga garam krosok : 850 + Total biaya pembuatan garam dapur : 515 = Rp. 1.365

Total biaya pembuatan garam di musim penghujan :

– Harga garam krosok : 900 + Total biaya pembuatan garam dapur : 515 = Rp. 1.415

Harga Penjualan ke marketing / sales untuk 1 bal isi 20 bungkus (2 Kilo) adalah : Rp. 5.000: 2 = Rp. 2.500

Jadi keuntungan pembuatan garam beryodium tiap 1 kilo adalah : 2.500 – 1415 (harga penghujan): Rp 1.085

Setiap satu home industri dengan 5 karyawan mampu menghasilkan 1,5 Ton atau 1.500 kg garam dapur
maka kebutuhan garam untuk 1 home industri adalah 30 hari X 1.500 kg = 45.000 kg atau 45 ton perbulan.

Penghasilan bersih dari home industri garam beryodium ini perbulan adalah 45.000 X Rp. 1.085 = Rp. 48.825.000.

Bagaimana kawan? menarik bukan? Ini masih jarang lho.

Sumber informasi : Republika.co.id, market,bisnis,com dan jangkargroup.com

Thanks for reading & sharing BISNIS SAMPINGAN MODAL KECIL

Previous
« Prev Post