Usaha Kecil Modal 500 Ribu - Kisah Sukses Bisnis Kue Lapis

Memilih usaha kecil dirumah modal 500 ribu memang banyak, namun banyak dari kita yang pesimis untuk memulai bisnis dengan alasan keuntungan tidak seberapa, butuh proses yang lama untuk menadi besar. dan alasan alasan lain yang kurang rasional. Padahal jika kita melihat orang sukses semua diawali dari usaha kecil, butuh puluhan tahun utnuk mewujudkannya. Lha kalian baru saja satu bulan atau satu periode ngeluh ga ada keuntungan. So bad.

via ranggaputra14ekonomi.wordpress.com

Apapun usahanya kalau dijalankan dengan serius akan menemukan titk puncaknya dan apapun usahanya kalau dijalankan setengah setengah akan menemukan titik rendahnya, yakni gulung tikar.Itu fakta yang tidak butuh data karena anda pun meyakininya. Jadi berpikirlah semuaa benang akan tersambung jika anda menyambungnya.

Ada sebagian orang yang menganggap bahwa dalam menjalankan suatu usaha memerlukan modal yang besar. Ya itu memang perlu tetapi bukan utama, modal utama anda adalah modal non materi, yakni kemauan, keseriusan dan ketelatenan anda dalam menjalankan bisnis. Percuma modal besar elunya malas malasan, tidak mau belajar utnuk bangkit.

Jadi jangan perlu khawatr ya kalau anda ingin memulai bisnis sendiri dirumah dengan modal kecil dibawah 1 juta. Dan bagi kalian pegawai yang gainya ga cukup mending terjun adi pengusaha, apa enaknya jadi pegawai makan uang rakyat? membebani negara?

Agar lebih afdol, mungkin anda perlu kisah seorang wanita sukses berbisnis kue modal 500 ribu. Berikut kisahnya

Pilihannya menjadi wirausaha muda telah menjadikan inspirasi bagi para pekerja yang tengah memikirkan masa depannya. Hal ini dilamai oleh  Riska Wahyu (28) yang jatuh bangun membangun usahanya dari berbagai jenis usaha yang telah ia jalani.

Keputusan awal Riska menjadi pengusaha dimulai dengan mendirikan warung bakso. Bakso dinilai makanan merakyat yang laris manis, Sayangnya keberuntungan belum berpihak kepadanya. Prediksinya kurang tepat, usahanya Kurangnya peminat makanan ringan di wilayah Bogor ini membuat bisnis bakso yang dirintisnya jatuh bangkrut.

Bangkrut pun melanda yang lain, cicilan 4 kali rumah tidak terbayar, motor ditarik, setiap hari itu sampai didatangi petugas kartu kredit dan petugas KPR. Tentu itu bukan keadian yang menyenangkan, itulsh pengalaman pahit dalam berbisnis, ada kalanya untung, adanya kalannya rugi.

Bangkrut jualan bakso, ia mulai berpikir kembali menciptakan peluang usaha baru yang menjanjikan.Ia menemukan usaha dibidang kuliner lagi, namun kini ia memilih bisnis kue  lapis. Bukan kue lapis biasanya, kue lapis unik ini dibuat dari bahan talas.

Tadinya memang membuat kue lapis ini iseng, tetapi Wanita asal bogor ini melalui usaha pengolahan talas bersama suaminya pada awal tahun 2011memutuskan untuk mengolah produk hasil pertanian Bogor itu untuk memiliki nilai tambah tersendiri menjadi kue lapis yang enak dan menarik.

Dia mengatakan awal mulanya usaha kue lais dari talas hanya  Rp 500 ribu. Lalu memilih memasarkan lapis Bogor itu di kota pariwisata. Dia berasumsi bahwa budaya orang Indonesia kan mesti bahwa oleh-oleh. Jadi ia yakin kuenya laris manis dipariwisata.

Asumsi dan keyakinanya dia benar, tak butuh waktu lama bagi Riska untuk memulai bisnis barunya ini menjadi usaha menguntungkan. Ia Menghabiskan masa percobaan kurang lebih selama 1 bulan, dan ia mampu membuat dan memasarkan hasil olahannya itu. Kemduian olahan talas yang dibuatnya dijual ke sejumlah rekan terdekat dan tetangga sebagai sasaran pemasaran.

Tak puas hanya memasarkan produk di lingkungan terdekatnya, Riska memutuskan mengikuti program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang diselenggarakan Bank Mandiri pada tahun 2011. Riska memperoleh fasilitas promosi, iklan di media sosial, pelatihan, hingga undangan pada progam ini.

Dengan menciptakan produk terbaru yang unik dan enakberkat pengetahuan baru dari WMM, tak butuh waktu lama bagi produk kue Lapis Sangkuriang untuk menyebar dan digandrungi konsumen di Bogor dan kota lainnya.  kue lapis Sangkuriang Riska sudah bisa terjual setidaknya 1.000 bungkus setiap bulannya dengan harga Rp 25 ribu per bungkus.

Saat ini, toko Riska memiliki jumlah pekerja setidaknya 20 orang dan kedepan diharapkan produknya akan semakin dikenal ke luar daerah sehingga mampu menambah pemasukan bagi dirinya. Dengan hanya bermodalkan uang Rp 500 ribu, Riska kini berubah menjadi salah satu sosok wanita pengusaha sukses dengan mencetak omzet Rp 25 juta per bulannya. (detik.com).

 Nah itulah kisah suksus usaha kuliner hanya modal awal 500 ribu. Modalnya ringan kan? Lalu apanya yang berat? Modal non materinya, iyakan? Keuletannya, kemauannya untuk suskses mengantarkannya kedalam apa yang ia citakan. Dia berhasil menjadi pengusaha sukses.
Kapan giliran anda?