Kunci Sukses Berdagang Rosululloh (Nabi Muhammad S.A.W)

Assalamu 'alaikum warohmatullohi wabarokatuh... selamat berbahagia kawan kawan setia bisnis kecil yang sedang menjalankan usaha untuk menafkahi keluarga tercinta, seperti judul artikel ini, saya akan membahas mengenai kunci dan cara berdagang menurut islam yang sesuai syariat. Namun saya tidak akan akan mengulas secara keseluruhan, saya hanya mengambil sifat sifat Rosululloh kita ketika suskses dalam berdagang. Bagi anda yang ingin sukses berdagang tidak salahnya mengikuti contoh nabi Muhammad, S.A.W karena beliaulah uswatun khasanah bagi kita, khususnya muslim.

Setiap manusia sangat wajar mengharapkan kesuksesan, kemenangan, keberuntungan, dan kebahagiaan. Namun, untuk mencapainya tidaklah mudah, penuh perjuangan, banyak halangan dan rintangan yang harus dihadapi. Untungnya kita diciptakan sebagai makhluk sebaik baiknya bentuk yang dianugerahi akal untuk berpikir luas untuk memahami dunia yang memang luas, seluas karunia Tuhan. Hal ini pun teradi pada nabi kita, dimana ia jungkir balik dalam menjalankan bisnis atau usaha dagang dari kecil.

Perjalanan sukses dari berdagang tidak serta merta karena beliau adalah calon yang dipilih sebagai nabi. Tuhan tetap menjadikan muhammad sebagai manusia sama seperti lain yang harus berusaha keras. Muhammad Saw mulai merintis karir dagangnya saat berusia 12 tahun dan memulai usahanya sendiri ketika berumur 17 tahun. Pekerjaan sebagai pedagang terus dilakukan hingga menjelang beliau menerima wahyu (berusia sekitar 37 tahun).

Kenyataan ini menegaskan bahwa Muhammad Saw telah menekuni dunia bisnis selama lebih kurang 25 tahun. Lebih lama dari masa kerasulan beliau yang berlangsung sekitar 23 tahun. Terjunnya Muhammad Saw dalam perniagaan sejak dini, tidak terlepas dari kenyataan yang menuntut beliau untuk belajar hidup mandiri. Maklumlah, tatkala usia 6 tahun, Muhammad kecil sudah ditinggal wafat kedua orangtuanya. Sejak itu beliau sempat diasuh sang kakek, Abdul Muthalib, dan dilanjutkan pamannya, Abu Thalib, yang sangat sederhana kehidupan ekonominya.

Kondisi ekonomi keluarga sang paman yang pas-pasan, membuat Muhammad Saw merasa harus berusaha untuk meringankan bebannya. Beliau kerja sebisa apa yang beliau kerjakan atau dalam istilah sekarang adalah serabutan. Dari mulai membantu tetangga merapihkan pekarangannya, memikul batu untuk sedikit upah atau mengambil kayu bakar dari hutan atau semak belukar lalu menjualnya di pasar. Muhammad Saw kecil melakukan apa saja yang“halal” untuk memperkecil ketergantungannya kepada sang paman. Muhammad melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan anak-anak seusianya. Tatkala merasa mampu bekerja sendiri, beliau mulai menggembala kambing milik penduduk Makkah dan menerima upah atas jasanya itu.

Dari singkat cerita diatas bahwa sosok rosululloh memang pekerja keras, sederhana dan bertanggung jawab. Ketiga sifat inni adalah modal awal dalam menuju kesuksesan dalam berdagang, Lalu bagaimana kunci sukses saat beliau berdagang?

Ketika memulai merintis karir di bidang bisnis, beliau mulai berdagang kecil-kecilan di kota Makkah. Kegiatan bisnisnya sangat sederhana, yakni hanya membeli barang-barang dari suatu pasar, lalu menjualnya kepada orang-orang disekitar tempat tinggal. Kegiatannya tersebut terus dilakukan hingga menjadi kepercayaan masyarakat dalam proses jual beli barang karena beliau menjual barang yang berkualitas dan selalu berkata jujur sesuai dengan barang beliau jual. Kepercayaan tersebut terus menyebar hingga ke investor besar kala itu.

Akhirnya, seorang investor besar Makkah, Khadijah, mengangkatnya sebagai manajer ke pusat perdagangan Habshah di Yaman yang kemudian menikah dengan beliau. Kecakapannya sebagai wirausaha telah mendatangkan keuntungan besar baginya dan investornya. Tidak satu pun jenis bisnis yang ia tangani mendapat kerugian. Ini menjadi kepuasan sendiri pada mitra bisnis rosul sehingga beliau semakin dipercaya.

Sejak sebelum menjadi mudharib (fund manager) dari Khadijah, beliau kerap melakukan lawatan bisnis, seperti ke kota Busrah di Syiria dan Yaman, ke Habsyah dan dua lagi ke Jorasy, ke Bahrain dan Abisinia. Artinya dalam berdagang yang seperti rosul contohkan adalah tidak berkutat pada daerah tertentu saja. Berdagang itu kemana saja sampai harus melewati suatu negara. Pada peneraapan modern adalah ekspor atau impot.

Nabi Muhammad adalah seorang pedagang yang jujur dan adil dalam membuat perjanjian bisnis. Ia tidak pernah membuat para pelanggannya komplen. Dia sering menjaga janjinya dan menyerahkan barang-barang yang di pesan dengan tepat waktu, senantiasa menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar dan integritas yang tinggi dengan siapapun. Reputasinya sebagai seorang pedagang yang jujur dan benar telah dikenal luas sejak beliau berusia muda.

Prinsip-prinsip etika bisnis yang diwariskan oleh rosullloh semakin mendapat pembenaran akademis di penghujung abad ke-20 atau awal abad ke-21. Prinsip bisnis modern, seperti tujuan pelanggan dan kepuasan konsumen (costumer satisfaction), pelayanan yang unggul (service exellence), kompetensi, efisiensi, transparansi, persaingan yang sehat dan kompetitif, semuanya telah menjadi gambaran pribadi, dan etika bisnis Muhammad Saw ketika ia masih muda dan sekaligus pelopor perdagangan berdasarkan prinsip kejujuran, transaksi bisnis yang fair, dan sehat.

Beliau sangat tegas mengatakan bahwa "Tidaklah orang yang menimbun barang (ihtikar) itu, kecuali pasti pembuat kesalahan (dosa)!!!" HR muslim.

Jadi kesimpulannya bisa anda ambil pada tulisan yang tebal (bold), insha alloh jika kita mencontohkan apa yang dilakukan rosululooh usaha dagan kita akan sukses... amin.. 

Wa'alaikum salam warohmatullohi wabarakatuh

Sumber : http://goudvisarumy.blogspot.co.id/2013/12/konsep-bisnis-rasulullah.html
Sumber gambar : yusvianews.blogspot.com