3 Tips Sukses Rumah Makan Modal Kecil Bagi Pemula

Berbincang soal peluang usaha warung makan pasti tidak ada ‘busuknya’ selama manusia masih punya perut. Warung makan modern sampai model warung makan sederhana masih memiliki peluang besar meraup keuntungan besar di tengah ketatnya bisnis kuliner saat ini. Tak pelak, masih bermunculan rumah makan baru dengan konsep baru pula,  desain dan penataan yang enak buat nongkrong, tidak melulu mengandal rasa dan model prasmanan. Mereka hadir tidak lain adalah untuk bersaing mendapatkan pelanggan demi eksistensi mereka dengan tips dan strategi berbeda beda, apakah anda mau seperti mereka? Membangun rumah makan skala kecil? Atau langsung bermain model besar dengan membuat warung modern?


Oke. Itu terserah anda, karena urusan itu, kantong anda yang berbicara. Terlepas dari kesiapan anda membangun bisnis rumah makan yang banyak saingannya. Namun, jika anda pemula kemungkinan besar anda harus belajar mengenai beberapa point tentang usaha ini supaya bisa bersaing dan memajukan usaha rumah makan anda.

Dalam beberapa pengamatan saya, rumah makan yang hadir langsung membuat gebrakan tetapi kurang konsisten artinya, hanya di awal awal laris, namun kedepannya ‘loyo’. Kasus terjadi justru pada warung makan semi modern atau restoran yang nanggung. Hal ini disebabkan karena operasionalnya mahal namun keuntungannya sedikit, jadinya banyak yang memilih out dari usaha kuliner, mereka justru lebih memilih warung makan tenda yang menjual makanan speifisik seperti nasi goreng, mie pecel. Lele bakso karena dinilai lebih praktis, modal kecil tetapi keuntungannya sama, bahkan lebih besar.

Hal ini justru berkebalikan dengan usaha rumah makan jawa sederhana yang menyediakan lengkap seperti lauk dan nasi. Rumah makan jenis lebih laris manis dikalangan masyarakat karena terjangkau. Apalagi jika lokasi rumah makan sederhana terletak di area kampus, pabrik dan perkantoran. Mereka justru lebih sering memilih ‘nasi+lauk’ ketimbang makanan siap saji esifik seperti ketoprak, bako dan mie ayam, mereka akan membeli makanan tsb bila ingin saja.

Ingat, kalau orang Indonesia tidak makan nasi, seperti belum dinamakan makan, bukankah begitu? Mungkin bsgi ‘HORANG KAYA’ sedikit berbeda persepsi, karena punya uang apapun bisa ia makan termasuk aspal. Eh. Jadi pertimbangan apa untuk membangun bisnis yang tidak ada matinya ini?

Dari uraian diatas dapat disimpulkan untuk membuat konsep rumah makan perlu beberapa point dibawah ini agar laris manis :

Konsep Sesuai TARGET konsumen yang Paling laris

Jenis konsumen mana yang paling potensial untuk dijadikan target? Konsumen potensial untuk rumah makan adalah yang memiliki kriteria dibawah ini :

1. Orang perantauan
2. Orang sibuk
3. Belum berkeluarga

Lalu kelompok mana yang memiliki kriteria diatas? Ya, sebut saja “MAHASISWA”. Kebanyakan mahasiswsa adalah perantauan dan ngekos, ga punya dapur karena hanya kamar sepetak 3x3. Kalau tidak beli makanan, mau makan dari mana? Mahasiwa adalah manusia super sibuk, sibuk tugas kuliah, organisasi dan sibuk cari uang tambahan buat jajan, sempatkah memasak? Ya engga. Ga punya dapur pula. Ya, mahasiswa adalah manusia yang mulai beranjak dewasa belum punya keluarga sehingga kalau ngekos ga ada yang masakin.

Konsep sesuai Sifat Target konsumen

Setelah anda memahami target konsumen, contoh mahasiswa. Pelajarilah sifat dan tindak tanduk (perilaku) mahasiwa. Sifat mahasiswa tidak jauh jauh dari kata murah, banyak, enak, irit dan kenyang. Sangat anti mahal. Betul mbok? Sifat sifat ini akan berkaitan dengan konsep, desain dan model rumah makan.

Konsep yang sesuai dengan mahasiswa adalah minimalis. Maksudnya? Maksud rumah makan minimalis adalah rumah makan serba irit, jadi anda tidak banyak modal awal. Contoh tidak ada pelayan antar meja, konsumen ambil sendiri. Desain rumah makan ga perlu kursi, artinya lesehan. Jadi pertimbangan yang sesuai adalah rumah makan lesehan yang bisa ambil sendiri biar dapat nasi banyak. Haha (Ciri mahasiswanya keliatan).

Konsep sesuai Lokasi Target konsumen

Lokasi strategis untuk menjaring mahaiswa adalah dekat kampus atau kos kosan mahasiswa. Sekalipun murah, mahasiswa akan lebih memilih yang lebih dekat, apalagi tidak semua mahasiwa bawa motor. Jadi lokasi terdekat jadi pilihan untuk singgah. Pengeluaran bensin pun diperhitungkan.

apakah anda ingin menjadikan rumah makan sebagai bisnis kuliner menguntungkan, ikuti langkah diatas, pasti banyak untungnya, terlebih konsep itu sudah banyak dipakai oleh pengusaha makanan di area kampus. Selamat mencoba dan berhasil.