Agar Usaha Dagang Lebih Rame, Ikuti Tips Ala Burjo Goban

Selamat malam para pengusaha kecil yang sedang merana karena usahanya lagi sepi pembeli. Berdoalah, kalau anda belum berdoa untuk membaca artikel ini tentang bagaimana cara membuat usaha toko dagang anda laris manis, menarik pengunjung dan mengusir sepi. Saya tertarik untuk membahas usaha ini karena saya juga sempat mengalami hal serupa ketika dagangan dan saya punya sedikit cerita sukses menarik dari salah seorang teman pemiliki burjo/warung makan kecil diarea kampus Unsoed, sebut saja burjo Goban.


Burjo goban memang tidak beda dengan yang lain, mereka menyediakan bubur kacang ijo, nasi telor, omelet, nasi sarden, susu dan kopi dan jenis kuliner murah lainnya yang bisa dibeli mahasiswa kere. Tadinya mereka sang pemilik sangat sepi, tetapi berkat alah satu mahasiswa yang tak kunjung lulus, cipto burjo ini membuat gebarakan dan membuat mahasiswa Unsoed penasaran dengan aneka buku yang berada dalam burjo goban.

Ya, cipto ini membuat goban berasa menjadi tempat jualan menjadi bacaan buku sastra dan pengetahuan lainnya. Pikirnya, sambil ngopi di burjo, enaknya sambil buku humor sastra. Selain itu, terdapat juga televisi, kalau ada acara pertandingan sepakbola, televisi buro laris dipelanggan untuk nobar.

Dalam blog pribadinya, sucipto, mahasiswa sastra inggris angkatan 2010, mengatakan bahwa Ada satu fenomena menarik yang saya jumpai pada dirinya dan beberapa kawan soal buku. Mereka gemar baca dan beli buku, namun tidak semua terbaca selesai. Buku semakin menumpuk dan terus menumpuk. Namun tidak dibarengi dengan disiplin membaca.  Apologinya macam-macam. Ada yang bilang, “yang penting punya dulu. Kalau ada waktu dan sewaktu-waktu butuh referensi bisa dipakai, bukan?”. Ada juga yang berseloroh, “Untuk koleksi. Biar keren. Nanti juga kebaca.” Dan seterusnya.

Dia juga rela meminjamkan buku kepada siapa saja dengan alasan “ada yang bantu membacakan”. Siapa yang tidak senang dibantu, apalagi dibantu membacakan buku? Seperti perkataan Gus Dur, “Orang yang meminjamkan buku itu orang bodoh, tapi mengembalikan buku pinjaman itu perbuatan orang gila.”

Teringat nasib buku-bukunya ketika melamun di sebuah warung indomie - kawan-kawan banyak yang menyebutnya burjo (warung bubur kacang ijo)-  sambil menghisap rokok dan menahan pedas. Warung indomie dekat kosnya (Jalan Gunung Semeru, Karangwangkal) tidak punya nama, penjual sekaligus pemiliknya sendiri yang bilang. Maka kami yang sering nongkrong di sana menjulukinya sebagai Burjo Goban.

Goban adalah plesetan dari karakter pahlawan era 90an dari Jepang: Gaban. Suatu ketika kami menonton video di youtube berjudul “Goban, Manusia Tapi Robot” yang diunggah oleh akun fluxcup. Ia edit sebuah tulisan pembuka lagu yang menggunakan kanji Jepang menjadi typography bertuliskan Goban. Kemudian, dengan disiplin ia buat subtitle bahasa Indonesianya. Saya dan kawan terpingkal-pingkal menontonnya. Liriknya dibuat lucu dan tidak nyambung. Dia yakin itu di luar konteks dan makna lirik aslinya.

Video itu menarik menurut kami dan diperbincangkan saat kami makan di Burjo tanpa nama itu. Seperti kebanyakan nama tempat yang kadang asal usulnya diambil dari hal menarik, kami juluki burjo itu sebagai Burjo Goban. Dan itu menular ke kawan-kawan lain yang sering makan, nongkrong, dan berhutang di sana.

Dia melihat ada tembok burjo yang sepertinya manis dan menarik bila dipasangi rak buku yang berisi buku. Siapa tau ada yang membacanya dan berbincang sambil makan malam di burjo soal isi bukunya. Saya dan kawan saya, Belajati kemudian mengutarakan niat itu kepada Awan Herdiawan si pemilik burjo. Ia bilang tidak masalah. Kami langsung eksekusi.

Benar saja. Komunikasi jadi terbangun di Burjo ini sejak kami memasang rak buku. Dia jadi sering berbincang dengan orang yang tidak kenal sebelumnya namun sama-sama makan di Burjo Goban. Bahkan, ada yang menaruh bukunya juga. Bukunya jadi bermacam-macam: buku pemikiran, sastra, majalah, buku kuliah, dan seterusnya.

Bagaimana, apakah anda tertarik dengan tips jualaan ala burjo goban? Coba saja! apalagi jika usaha anda dekat area kampus atau sekolahan, sangat cocok agar usaha jualan anda laris manis dan tidak sei lagi.