cara memulai usaha baru bagi seorang wirausaha pemula

Wirausaha pemula - Pernah terbesit dalam pikiran saya, bagaimana cara memulai usaha baru bagi seorang wirausaha pemula? Karena saya banyak terinspirasi ide ide wirausahawan sukses yang menjalani usahanya dari nol, sekalipun usianya sangat muda. Tetapi saya urungkan, pendam dulu karena saya masih duduk di bangku smp. Lebih baik fokus dulu ke pendidikan akademik, lagian saya juga bukan anak pintar. Tentu harus banyak belajar. Tetapi dalam diam aku ingin mandiri dari orang tua sehingga cara demi cara saya lakukan bagaimana cara menjadi wirausaha pemula yang memiliki penghasilan, walaupun masih sedikit.

Wirausaha sukses

Memang bukan bidang saya soal tips sukses berwirausaha, tetapi saya akan bercerita mengenai pengalaman saya pernah jalani, karena nyatanya banyak jenis usaha dengan modal kecil yang bisa kita kerjakan. Berbicara soal modal keuangan juga tidak pantas bagi saya, karena saya belum berpengalaman ditambah saya seorang anak buruh tani yang tidak punya uang, kecuali untuk makan. Tidak cukup punya uang, apa yang akan direncanakan dengan uang? Mungkin itu masalah saya dan mungkin juga masalah anak muda kebanyakan.

Memanfaatkan Uang Jajan

Saya masih terngiang suara lembut bu guru “rajin menabung” untuk masa depan. Menabung adalah salah satu cara terbaik bagi saya, mengumpulkan uang sisa makan sedikit demi sedikit, cukup Rp 1000 per hari, sebulan sudah dapat Rp 30.000,- . Untuk kategori anak SMK, cara itu mungkin masih relevan untuk merencanakan uang kedepannya. 

Lalu bagaimana dengan uang Rp 30.000? apakah saya terus menabung? Iya, saya terus menabung. Uang Rp 30.000 saya ambil buat usaha sementara uang Rp 1000 per hari masih tetap ditabung. Mungkin anda akan bertanya tanya, usaha apa dengan modal Rp 30.000? apa ada? Tentu ada dan banyak. Hanya saja skala usahanya saja yang beda.

Memulai dari usaha kecil

Saya usaha telur asin dengan modal Rp 30.000. Uang tersebut hanya cukup untuk 20 butir telur bebek dan sisanya adalah untuk garam, amplas dan pasltik. Mungkin saya tidak akan menceritakan bagaimana cara membuatnya, tetapi bagaimana usaha tersebut bisa menjadi dua kali lipat dari modal, bahkan lebih.

20 butir telur bebek mentah setelah jadi telur asin harganya menjadi Rp 3.000. Kalau tidak percaya tanya saja pada pengusaha telur asin apa warung makan. Dengan begitu, saya mendapat Rp 60.000. Volumenya terus saya tambah hingga pada beberapa bulan saya mendapatkan uang Rp 700.000,-. Disitu saya berpikir, untuk apa lagi?

Usaha telur asin mulai susah, susah mencari telurnya karena tidak punya bebek sendiri. Akhirnya saya belikan anak kambing betina umur 5 bulan. Saya beli dari tetangga, lalu saya titipkan sampai saya lulus smk. Kira kira selama 1,8 tahun dan saya sudah punya kambing 2. Saya jual lagi kambing untuk beli sebuah laptop.

Belajar dari keterbatasan

Lalu apakan laptop tersebut selain mengerjakan tugas akademik? Nonton film, internet, game? Saya kurang tertarik. Saya pernah mengutip tulusan di sebuah buku, tetapi saya lupa nama buku tersebut. Saya yakin pengarangnya tidak akan kecewa karena dilupakan, tetapi dia akan bahagia karena isinya dibaca dan diterapkan, iya nggak?

Isi buku tersebut sangat menonjolkan bahwa “menulis adalah investasi” . Dengan laptop yang saya beli saya menulis dengan sesuka hati, kemudian saya publish di sebuah blog pribadi dari penyedia platform blog gretongan. Kebetulan saya suka menulis tentang pertanian dan peternakan tentu isinya cuma tentang hal tersebut.

3 bulan lamanya menulis, pengunjung blog udah ribuan. Gak nyangka, banyak pula yang berkomentar. Ternyata benar, menulis adalah investasi. Semakin banyak pembaca adalah peluang usaha, bisa untuk usaha dan kampanye, hehe. Akhirnya blog tersebut saya pasang iklan dengan penghasilan Rp 300.000- Rp 500.000,- dan terus bertambah.

Tidak sekedar berorientasi pada keuntungan semata

Mungkin saya gagal paham mengenai perencanaan keuangan, namun itu yang saya lakukan. Sebaik baiknya perencanaan keuangan adalah menggunakan uang tersebut dengan baik dan bijak, tidak peduli itu bisnis atau investasi, yang penting bisa menunjang kehidupan banyak orang. Apalagi kita yang masih muda menggunakan uang untuk usaha kreatif adalah keharusan kalau mau sukses. Kalau tidak ya ga papa.

Jika hanya dapat modal materi banyak (uang), kita bisa melakukannya asalkan kita rajin bekerja dan mengumpulkannya. Namun, modal non materi tidak bisa kita temukan, karena modal non materi seperti tanggung jawab, kreatifitas dan dapat dipercaya adalah karena kita bentuk jauh jauh hari.

Jadi sebuah perencanaan keuangan yang baik untuk kategori anak muda adalah menggunakan uang tersebut untuk usaha dan melipatgandakan uang tersebut dengan usaha yang kalian lakukan. Untuk masalah barang barang yang kurang produktif sebaiknya singkirkan dulu karena akan membuat diri kalian pasif. 

Ya itulah pengalaman saya dalam memulai usaha kecil untuk jadi wirausaha, sedikit sedikit akan jadi banyak. Jadi jangan sungkan untuk berusaha, karena nyatanya nanti bisa melakukan apa saja dengan usaha anda, tidak berbatas, karena kita dilahirkan bukan untuk memelas,memohon dan meminnta, kita diciptaakan untuk mengagumkan, memberi dan mengasihi, sekian semoga bisa menginspirasi.