Belajar Cara Jadi Agen/broker Properti yang Sukses

Selamat pagi, broker? apakah sudah boker hari ini? dimanapun anda berada kali ini saya akan menceritakan pengalaman dan tips cara menjadi agen properti profesional dari yang bisnis properti tanpa modal sampai menjadi makelar / broker sukses handal di suatu wilayah, tetapi bukan di kota. Peluang menjadi usaha bisnis agen properti memang sangat menggiurkan, karena pekerjaan menjadi perantara atau broker sangat mudah tanpa modal banyak. Seorang bocah ingusan pun  bisa mjadi broker sukses asalkan tahu bagaimana cara menjadi agen properti tanah dan bangunan serta rumah tentang informasi, penawaran, lobi, harga dan tentunya memiliki skil komunikasi berbicara yang baik.
Belajar Cara Jadi Agen/broker Properti yang Sukses

Jika melihat analisa peluang bisnis dari broker properti, keuntungan yang didapat bisa mencapai skitar 2-5%. Bisa saja lebih jika anda memang sudah profesional. Jika saja anda mendapat keuntungan 5% saja dari penjualan anda sudah untung. Contoh ketika ada sebuah rumah yang akan dijual, terus anda datang dan menawarkan ke calon pembeli dan saat itu anda berhasil menjual dengan harga sebuah rumah 200.000.000. Berapa keuntungan yang didapat? kalikan saja dengan 5% x 200.000.000= 10.000.000 . lumayan kan? Cuma modal 'cocot' anda bisa mendapatkan keuntungan segitu.

Saya mungkin tidak akan berbicara tips bagaimana bisa menjual atau untung segitu saya hanya akan berbagi pengalaman sulit ketika akan menjual rumah. Tetapi setidaknya ada trik secara umum yang bisa anda ikuti. Saya pernah membaca ulasan menarik dari blog bambang warsito dan itu bagus. Namun sepertinya saya ingin mempublish ulang artikel ulang dengan cara saya sendiri, sekalipun secara triknya sama. hehe berikut ini tips jitunya mas bambang:
  1. Bisnis atau usaha ini sangat membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan anda harus mengerti bahwa untuk menjual rumah (properti) rata-rata memerlukan waktu 2 hingga 3 bulan sejak mulai dipasarkan.
  2. Agen atau /broker properti/ yang telah punya nama besar biasanya beroperasi hanya di kota besar, sementara kota-kota kecil dan menengah belum digarap mereka. Sehingga ini menjadi peluang atau kesempatan karena probability atau kemungkinan memenangkan persaingan akan lebih besar jika anda memulainya dari kota kecil dan menengah.
  3. Membuat listing properti yang berisi daftar properti yang akan dijual, dibeli, atau disewakan. Daftar listing bisa bersumber dari koran, internet, papan informasi pada properti yang tertulis dijual atau disewakan, informasi langsung dari pemilik properti, dari agen atau broker lain, dsb. Selanjutnya hubungi nomor kontak yang ada dan anda tawarkan untuk membantu menjualkannya. Jika setuju, temuipemilik properti dan gali informasi selengkap-lengkapnya mengenaiseluk beluk properti tersebut kemudian jadikan database.
  4. Jadi agen atau broker properti harus tangguh dan gak gampang menyerah dalam mendapatkan properti yang akan dipasarkan, melayani penjual, melayani pembeli, melayani tenant (penyewa properti), teknik negosiasi, punya jaringan (networking) yang luas, bisa bekerjasama dengan agen atau broker properti lain, memiliki listing yang update, paham transaksi jual beli, mengerti perpajakan dalam jual beli, legalitas dokumen kepemilikan (surat atau sertipikattanah), menghadapi notaries PPAT, punya akses perbankan, dll.
  5. Anda harus kreatif dan berani mengeluarkan dana pemasaran (iklan) untuk mendapatkan konsumen. Dana tersebut untuk membuat spanduk / flyer “dijual” ataupun “disewakan” dengan ukuran besar, warna menyolok dan menarik perhatian. Selanjutnya pasang spanduk / flyer pada properti dan di sekitar lokasi properti yang akan dipasarkan sehingga mudah dilihat orang yang lalu lalang.
  6. Manfaatkan iklan gratisan atau pun iklan berbayar. Iklan gratisan pada koran atau majalah tertentu atau iklan gratis pada situs jejaring sosial (Facebook, twitter, Google+, kaskus, forum jual beli, dll). Iklan berbayar misalnya di koran, majalah, google adwords, dsb. Carilah koran atau majalah mana yang paling sesuai dengan target pasar properti yang kita pasarkan dan banyak pembacanya. Untuk Iklan berbayar di internet sebaiknya gunakan Google adwords karena jangkauannya yang sangat luas. Meskipun ada biaya namun hasil yang didapatkan juga bisa maksimal dan tidak mengecewakan.
  7. Buatlah akun di jejaring sosial, dengan nama asli dan tunjukkan foto diri anda. Aktif lah memberikan komentar, saran di grup yang berkaitan properti. Bisa juga menjadi member toko online khusus menjual properti. Semakin banyak toko online yang anda ikuti, semakin besar kemungkinan properti terjual. Carilah toko online yang aktif dan memiliki pengunjung relatif banyak setiap harinya.
  8. Jika anda memiliki ketrampilan internet (blogger) dan blog anda memiliki rangking yang baik di search engine (mesin pencari seperti Google, bing, yahoo, dll) anda bisa menjadi agen atau broker properti online dan bisa memasarkan atau mengiklankan properti di blog sendiri. Peluang anda dalam meraup keuntungan akan lebih terbuka lebar karena banyak orang yang mengunjungi dan mencari informasi jual-beli atau sewa properti di blog (website) anda.
  9. Agar terkesan profesional, buatlah brosur sendiri mengenai bisnis anda, lalu sebarkan brosur melalui jasa kurir seperti loper koran, dll.
  10. Saat melakukan penawaran dan negosiasi dengan pemilik properti, anda wajib menjelaskan biaya-biaya yang akan timbul dalam proses pemasaran dan transaksi seperti biaya iklan, biaya notaries, komisi, dll. agar tidak timbul kesalah pahaman. Anda bisa mengusulkan agar biaya tersebut dimasukkan dalam harga jual atau harga sewa properti.
  11. Ketahui karakter, selera, dan kebutuhan calon pembeli, tempatkan diri anda sebagai seorang konsultan, misalnya jika calon pembeli  atau penyewa memiliki anak usia sekolah, dan pasangannya gemar shopping (berbelanja), Anda bisa menawarkan properti yang dekat dengan sekolah anaknya dan sekitar pusat perbelanjaan. Contoh lain, jika konsumen berencana membuka usaha, maka anda tawarkan properti di lokasi sekitar pusat bisnis atau pusat keramaian seperti pasar, stasiun, terminal, kampus, perkantoran, dsb.
  12. Jika sudah dicapai kesepakatan dengan konsumen, pastikan bahwa pemilik properti (penjual) memiliki surat atau legalitas kepemilikan properti yang lengkap (sertipikat, IMB, PBB, dll) dan pastikan properti bebas sengketa serta tidak menunggak PBB sebelum dilakukan transaksi jual beli. Jadi ketika proses jual beli dilakukan tidak mengalami hambatan apalagi sampai gagal atau batal transaksi yang tentunya membuat pekerjaan anda menjadi sia-sia.
  13. Berdasarkan kenyataan tanpa bermaksud mengangkat isu gender¸ kebanyakan agen atau broker properti yang sukses adalah kaum wanita dibanding pria. Entah kenapa demikian, tapi logika saya mengatakan karakter wanita memiliki kemampuan dalam hal pemasaran seperti lebih telaten, sabar dan empati. Wanita juga terampil, lebih menarik dan lebih memberikan kesan dalam berkomunikasi dan mengedukasi pelanggan yang membutuhkan informasi secara terperinci mengenai properti yang akan dibeli atau disewa. Ada kelebihan pasti ada kekurangan, agen atau broker properti kaum wanita memiliki kekurangan dalam hal memahami denah atau tata ruang properti, mudah diterpa isu negative karena kedekatan dengan konsumen, dll.
  14. Untuk mendukung keberhasilan anda, sediakan kartu nama yang memuat nama lengkap, serta nomor kontak anda seperti No. Hp, pin BB, alamat email, website/blog (jika ada) agar mudah dihubungi.
  15. Jika anda ingin belajar menjadi agen atau broker properti yang professional, sebaiknya anda bergabung dengan perusahaan agen atau broker properti terkenal yang ada di kota anda.
 Demikian ulasan belajar cara menjadi agen porperti yang sukses menurut blog bambang warsito. Semoga bermanfaat, khususnya jiwa jiwa muda yang lagi kehausan dengan kesuksesan.
Sumber : http://bambang-warsita.blogspot.co.id/2013/06/15-tips-jitu-bisnis-menjadi-agen-atau.html