Begini Cara membuka usaha pertamini/SPBU Mini Modal Kecil

Sejak diijinkannya peraturan mengenai membuka usaha pertamini (pertamina mini) banyak pengusaha yang memcoba keberuntungan di usaha jual bensin eceran, mengingat peluang dan prospek usaha pertamina dengan pomba bensin digital semakin luas seiring bertambahnya pengguna motor baik didaerah tertinggal maupun di kota besar. Aturan perizinan tentang SPBU mini ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komite BPH Migas Fanshurullah yang menyatakan bahwa Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluarkan aturan mengizinkan para pengusaha yang mau membuka SPBU dengan kapasitas kecil alias SPBU mini. Sehingga investasi yang diperlukan tidak terlalu besar.
 
Karyawan SPBU cantik
Cara membuka usaha SPBU mini
SPBU mini dikhususkan untuk daerah kabupaten yang belum terdapat SPBU atau SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) dan Bunker. SPBU atau yang lebih populer dengan pertamini memiliki kapasitas penyimpanan maksimal mencapai 3 ton. Dengan adanya aturan ini, akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pasokan bahan bakar minyak misalnya premium dan solar yang sama dengan harga di kota besar serta membuka peluang usaha membuka usaha jual bensin tanpa harus mencari SPBU yang mungkin agak jauh. Nah, jika anda tertarik dengan usaha pertamini begini cara mendirikan usaha pertamini berserta syarat mendirikan usaha dan modal usaha yang harus dikeluarkan.

Cara mendirikan atau membuka usaha pertamini memerlukan izin, izin tersebut bisa diajukan lewat desa kemudian akan disalurkan ke pemerintah daerah setempat. Adapun syarat untuk mendirikan usaha SPBU mini yang telah diatur dalam Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015 dibawah ini :

Syarat Mendirikan SPBU Mini
  1. Anggota dan/atau perwakilan masyarakat yang akan menjadi Sub Penyalur memiliki kegiatan usaha dagang dan/atau unit usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa.
  2. Lokasi pendirian Sub Penyalur memenuhi standar keselamatan kerja dan lindungan lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
  3. Memiliki sarana penyimpanan dengan kapasitas paling banyak 3.000 liter dan memenuhi persyaratan teknis keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  4. Memiliki atau menguasasi alat angkut BBM yang memenuhi standar pengangkutan BBM sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  5. Memiliki peralatan penyaluran yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
  6. Memiliki izin lokasi dari pemerintah daerah setempat untuk dibangun fasilitas Sub Penyalur
  7. Lokasi yang akan dibangun saran Sub Penyalur secara umum berjarak minimal 5 km dari lokasi penyalur berupa APMS terdekat, atau 10 km dari penyalur berupa SPBU terdekat atau atas pertimbangan lain yang dapat dipertanggungjawabkan.
  8. Memiliki data konsumen pengguna yang kebutuhannya telah diverifikasi oleh Pemerintah Daerah setempat
  9. Terkait harga BBM, nantinya akan ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
Modal Usaha SPBU mini

Menurut Direktur BBM BPH Migas Hendry untuk membuka usaha SPBU mini seseorang harus menyiapkan modal sebesar Rp 75-100 juta. Itu sangat kecil ketika dibandingkan mendirikan SPBU yang membutuhkan modal 2-4 miliar.

Sumber : Detik.com