Tips memulai usaha bimbingan belajar rumahan agar sukses

Tips memulai usaha bimbingan belajar rumahan - Salam borjuis ! "Uluran tangan anda adalah uluran tangan orang lain ketika anda susah" Yaitulah alasan saya masih menulis, memberikan apa yang ada, memimpikan yang tidak ada dan membaikan apa yang buruk. Sebagaimana jika anda akan memulai usaha bimbingan belajar rumahan atau bimbel dirumah. Anda harus memberikan apa yang ada untuk anak bimbinganmu nanti.
Tips memulai usaha bimbingan belajar rumahan agar sukses [sumber]
Mimin juga punya pengalaman mendirikan usaha bimbingan belajar dari saya awal masuk kuliah hingga hari ini, namun sekarang bukan sebagai pengajar, saya datang sebagai pendonasi dan pemotivasi. Berawal dari saya mendapatkan kesempatan dari pemerintah membersihkan dengkul ke ranah pendidikan tinggi. Sejak itu mimin berpikir kenapa harus saya yang mendapatkan kesempatan ini? kenapa tidak mereka? Padahal mereka lebih rajin belajar dan mengaji.

Keluhku, hari hari saya lalui dengan rasa cemas terhadap teman temanku yang masih ngamen dijalanan, masih kerja disawah dan masih minta jajan sama orang tua. Mereka sudah besar, dan tidak mungkin mendapatkan kesempatan seperti saya. Akhirnya, saya rutin mengunjungi teman temanku, dan kadang malah lebih suka ngamen daripada kuliah.

Semester saya lalui dengan nilai yang tidak begitu jelek, masih ada apresiasi dari teman kelas yang juara. Liburan semester saya pulang kampung mengumpulkan orang orang yang kuliah untuk bergerak membantu mereka yang ingin sekolah. Sayang, hanya ada satu orang yang mau. Diapun bukan mahasiswa, dia adalah seorang ustad muda yang ingin mendirikan TPQ namun tidak punya tempat.

Syukurlah, Tuhan masih memberikan petunjuk. 2 bulan lamanya saya dan dia mikir bagaimana membantu mereka yang miskin dan tidak bisa sekolah supaya mendapat pendidikan. Dengan membelakangi om ustad, saya membantu mendirikan TPQ terlebih dahulu, karena dia sudah memiliki beberapa murid. Saya yang bukan ahli agama memilih menggabungkan agama dengan pendiidkan umum.

Sang ustad tidak pernah memungut biaya dari muridnya, Saya pun ikut ikutan. Hal itu yang mnyebabkan kebanjiran murid. Karena cukup familiar lambat laun banyak mahasiswa yang terjun membantu saya melalui organisasi kampus yang andil mengajar setiap minggunya. Sampai akhirnya kepala desa menghadiahkan sebuah tanah untuk dijadikan Panggok belajar, saya bersyukur sebesar besarnya.

Dengan adanya tempat yang tetap, kami bergabung menjadi sebuah komunitas yang bervisi "Sekolah gratis selamanya". Sempet geger, karena banyak TPQ dan bimbel disekitar mengecam. Akhirnya diganti dengan "Indahnya berbagi". Dengan basis agama, pendidikan, olahraga dan wirausaha kini menjadi sebuah lembaga desa yang terdiri daari anak muda.

Bagaimana tips jejak borjuis? Susah ya? Menurut itu mudah. Berani niat, berani melaksanankannya, itulah prinsip yang harus anda lakukan. Tuhan akan memperhitungkan  apa yang kauniatkan dan apa saja yang telah kau laksanakan dari niat anda. Sekian semoga bermanfaat.